Wisata

Rumah Betang Punya Kepala Suku

Satu rumah dihuni banyak orang. Itulah ciri khas rumah betang. Saat berkabung, warga rumah betang tidak melakukan kegiatan yang sifatnya berisik. Foto: Ricky Martin Satu rumah untuk semua, itulah rumah betang. Beberapa keluarga tinggal di sana dengan jumlah penghuni sekitar 100-150 orang. Keluarga besar ini dipimpin oleh seorang tetua yang disebut Pembakas Lewu . Rumah betang berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat Dayak. Di sini, orang Dayak melakukan kegiatan, seperti menenun, memahat, mengukir, menari dan melaksanakan upacara adat. Warga rumah betang sangat memelihara rasa kekeluargaan. Jika ada salah satu penghuni meninggal, semua warga betang ikut berkabung. Rasa berkabung itu ditunjukkan selama satu minggu. Mereka tidak menyalakan musik, tidak berisik, tidak menggunakan perhiasan, tidak minum saguer (minuman tradisional dari beras ketan), dan tidak menghidupkan alat elektronik. Sebaliknya, jika salah seorang penghuni rumah betang memperoleh ikan dan hasil buruan lainnya, perolehan itu dibagi-bagi dan dimakan bersama-sama. Rumah Melayu Kal-Bar Inilah provinsi yang terkenal dengan sebutan Kota Khatulistiwa.

Data dan Statistika
     Tugu Khatulistiwa. Foto: wikipedia.org Selain dijuluki sebagai Kota Khatulistiwa, Provinsi Kalimantan Barat juga dikenal dengan sebutan propinsi “Seribu Sungai”. Mengapa seribu sungai? Karena di Kalimantan Barat, banyak terdapat sungai besar dan kecil, yang sebagian bisa dilayari. Provinsi yang didiami oleh puluhan suku ini dibagi dalam 12 kabupaten dan dua kodya/kota (Singkawang & Pontianak). Sebelah utara wilayahnya berbatasan dengan Sarawak (Malaysia), sebelah timur dengan Prov. Kalimantan Tengah, & Kalimantan Timur, sementara di selatan dengan Laut Jawa dan barat dengan Laut Cina Selatan & Selat Karimata. Review Batu Payung Village, Resort Pantai Kalbar Batu Payung Beach Kalimantan Barat (Kalbar/Borneo) adalah propinsi dengan garis pantai 800KM atau 2x lebih panjang daripada garis pantai Pulau Bali, artinya Anda akan menemui banyak sekali pantai di Kalbar…namun Kalbar kalah telak dalam industri pariwisata, tidak heran karena tidak banyak investor yang tertarik pada lahan ini karena dilihat kurang menjanjikan… Jumlah penduduk yang hanya 4jt juga menjadi faktor kenapa tingkat kunjungan/hunian tidak sepadat di propinsi lebih maju seperti Jawa/Bali…Bayangkan hanya 27 orang dalam 1km persegi, bandingkan dengan propinsi Jawa Barat 1.124 orang per km persegi. Sehingga ini selalu menjadi kendala bagi industri ini untuk berkembang. Mengandalkan wisatawan domestik/mancanegara? Juga susah karena Kalbar adalah propinsi terisolisir dari propinsi lain, belum ada transportasi darat memadai dari Kalbar ke propinsi tetangga. Malah transportasi darat ke luar negara lebih memadai. Penerbangan juga terbatas pada rute Jakarta, masih sedikit rute ke kota lain. Pariwisata pantai Meski begitu, kini mulai beberapa obyek pariwisata yang dikelola swasta mulai dikomersialkan, salah satunya adalah Resort Pantai Batu Payung Village (BPV). Jarak sekitar 130KM dari Ibukota Propinsi Pontianak atau 3jam perjalanan, menjadikan BPV salah satu obyek tujuan wisata yang relatif dekat. Sebenarnya akan banyak foto-foto yang akan dimasukan, tetapi tidak bisa diterbitkan karena ada masalah teknis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: