Kuliner

Masakan dan makanan Tradisional

Kuliner yang bisa kita dapatkan dari daerah ini adalah:

  • Masakan Asam Pedas di daerah Pontianak
  • Masakan Bubur Pedas di daerah Sambas
  • Kerupok basah, merupakan makanan khas Kapuas Hulu
  • Ale-ale, merupakan makanan khas Ketapang
  • Pansoh, yaitu masakan daging di dalam bambu pada masyarakat Dayak.
  • Mie Tiau, merupakan masakan khas Tionghoa Pontianak yang terdapat di kota Pontianak
  • Nasi Ayam dan Mie Pangsit, merupakan masakan khas penduduk Tionghoa Singkawang dan sekitarnya

Kue Tradisional

Kue-kue tradisional banyak dijumpai di tempat ini, misalnya:

  • Lemang, terbuat dari pulut di masukan ke dalam bambu, merupakan makanan tradisional masyarakat masa lampau yang kini masih dilestarikan.
  • Lemper, terbuat dari pulut yang di isi daging/kacang terdapat didaerah Purun merupakan makanan tradisional
  • Lepat, terbuat dari tepung yang di dalamnya di masukan pisang.
  • Jimut, kue tradisional pada masyarakat Dayak Mualang daerah Belitang Kabupaten Sekadau yang terbuat dari tepung yang dibentuk bulatan sebesar bola pimpong.
  • Lulun, sejenis lepat, yang isinya gula merah, terdapat di daerah Belitang kab sekadau
  • Lempok, terdapat di pontianak dibuat dari Durian (hampir semua suku Dayak dan Melayu mempunyai kebiasaan membuat Lempok)
  • Tumpi’, terdapat pada masyarakat Dayak kanayatn, yang terbuat dari bahan tepung.
  • Tehpung, kue tradisional pada dayak Uut Danum, terbuat dari beras pulut yang ditumbuk halus dan digoreng. Kue ini biasanya di buat pada acara adat, bentuknya ada yang seperti perahu, gong dan lain-lain.
  • Kue Choi yang yang akan dijelaskan dibawah ini

Kue Choi Khas Pontianak

Mampir ke Pontianak? Jangan lupa mencicipi kue yang mirip somay, namanya kue Choi! Hmmm…euuunaak

 

Warnanya putih, mirip somay. Inilah kue Choi. Foto: kaskus

Kue Choi memang sudah sangat terkenal di Pontianak, Kalimantan Barat. Kota yang banyak dialiri sungai ini, juga menyimpan kuliner yang dahsyat. Salah Satunya, kue Choi. Seperti apa ya, rasanya? Hihihi, kalau Nesi coba, sih rasanya mirip permen nano-nano. Campur aduk. Ada rasa asin tapi juga ada manisnya.

Nah, rasa manis itu dihasilkan dari bengkuangnya. Selain manis, rasa pedaas juga enggak mau ketinggalan. Kalau mau menikmati kue ini, kamu harus bangun pagi. Soalnya, jam 10 pagi sudah laris manis!

Mau mencicipi kue Choi khas Pontianak? Coba kunjungi daerah Siantan, Kalimantan Barat. Di sana merupakan tempat terkenal yang menjual kue Choi. Kue yang dijual masih fresh alias masih baru bangeeet!!!

Dan yang lebih spesial lagi, kamu juga bisa melihat cara pembuatan kue Choi! Mulai dari pemilihan bahan sampai kue itu dikukus. Hmm harus dicoba, nih! Pengen mencoba buat kue Choi? Nah, Nasi punya resepnya! jangan lupa ajak ibu untuk membuatnya, yah!

Bahan-bahan

Untuk adonan kulit
180 gr tepung tepung beras
25 gr tepung maizena/kanji
1/2 sdt garam
450 ml air
3 sdm minyak goreng

Untuk adonan isi
200 gr bengkuang,potong korek api, peras airnya (boleh juga tidak diperas kalau ada sedikit)
3 sdm minyak sayur
5 siung bawang putih, cincang
50 gr caipo manis ( boleh pakai udang, dipotong kecil2)
50 gr ebi, seduh, cincang
1 sdm gula pasir
garam dan merica secukupnya
Untuk saus bawang putih:
1 buah gede bawang putih, cincang halus
50 ml minyak goreng

Untuk saus cabe :
50 gr cabai merah, buang biji, rebus, haluskan
250 ml air
25 gr gula pasir
2 sdm cuka
1 sdt garam
2 siung bawang putih, haluskan

Cara membuat
1. Buat adonan isi : panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan semua bahan, masak hingga matang. Angkat.
2. Buat adonan kulit : campur semua bahan untuk kulit jadi satu, Aduk diatas api kecil hingga menjadi adonan yang bisa dibentuk.Pada saat membentuk adonannya masih lengket, boleh tambahkan kanji sedikit (jangan terlalu banyak kanji dapat membuat kulitnya jadi keras)
3. Ambil adonan kulit secukupnya, isi dengan adonan udang, lalu dibentuk seperti pastel. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis.
4. Kukus choi pan dengan api besar selama ± 15 menit atau hingga matang. Angkat, hidangkan panas-panas dengan saus.
5. Saus bawang putih, Goreng bawang putih dengan minyak sama kecoklatan
5. Buat saus cabe : campur semua bahan untuk saus hingga rata.

 

 

 

 

Masakan dan makanan Tradisional

Kuliner yang bisa kita dapatkan dari daerah ini adalah:

  • Masakan Asam Pedas di daerah Pontianak
  • Masakan Bubur Pedas di daerah Sambas
  • Kerupok basah, merupakan makanan khas Kapuas Hulu
  • Ale-ale, merupakan makanan khas Ketapang
  • Pansoh, yaitu masakan daging di dalam bambu pada masyarakat Dayak.
  • Mie Tiau, merupakan masakan khas Tionghoa Pontianak yang terdapat di kota Pontianak
  • Nasi Ayam dan Mie Pangsit, merupakan masakan khas penduduk Tionghoa Singkawang dan sekitarnya

Kue Tradisional

Kue-kue tradisional banyak dijumpai di tempat ini, misalnya:

  • Lemang, terbuat dari pulut di masukan ke dalam bambu, merupakan makanan tradisional masyarakat masa lampau yang kini masih dilestarikan.
  • Lemper, terbuat dari pulut yang di isi daging/kacang terdapat didaerah Purun merupakan makanan tradisional
  • Lepat, terbuat dari tepung yang di dalamnya di masukan pisang.
  • Jimut, kue tradisional pada masyarakat Dayak Mualang daerah Belitang Kabupaten Sekadau yang terbuat dari tepung yang dibentuk bulatan sebesar bola pimpong.
  • Lulun, sejenis lepat, yang isinya gula merah, terdapat di daerah Belitang kab sekadau
  • Lempok, terdapat di pontianak dibuat dari Durian (hampir semua suku Dayak dan Melayu mempunyai kebiasaan membuat Lempok)
  • Tumpi’, terdapat pada masyarakat Dayak kanayatn, yang terbuat dari bahan tepung.
  • Tehpung, kue tradisional pada dayak Uut Danum, terbuat dari beras pulut yang ditumbuk halus dan digoreng. Kue ini biasanya di buat pada acara adat, bentuknya ada yang seperti perahu, gong dan lain-lain.
  • Kue Choi yang yang akan dijelaskan dibawah ini

Kue Choi Khas Pontianak

Mampir ke Pontianak? Jangan lupa mencicipi kue yang mirip somay, namanya kue Choi! Hmmm…euuunaak

 

Warnanya putih, mirip somay. Inilah kue Choi. Foto: kaskus

Kue Choi memang sudah sangat terkenal di Pontianak, Kalimantan Barat. Kota yang banyak dialiri sungai ini, juga menyimpan kuliner yang dahsyat. Salah Satunya, kue Choi. Seperti apa ya, rasanya? Hihihi, kalau Nesi coba, sih rasanya mirip permen nano-nano. Campur aduk. Ada rasa asin tapi juga ada manisnya.

Nah, rasa manis itu dihasilkan dari bengkuangnya. Selain manis, rasa pedaas juga enggak mau ketinggalan. Kalau mau menikmati kue ini, kamu harus bangun pagi. Soalnya, jam 10 pagi sudah laris manis!

Mau mencicipi kue Choi khas Pontianak? Coba kunjungi daerah Siantan, Kalimantan Barat. Di sana merupakan tempat terkenal yang menjual kue Choi. Kue yang dijual masih fresh alias masih baru bangeeet!!!

Dan yang lebih spesial lagi, kamu juga bisa melihat cara pembuatan kue Choi! Mulai dari pemilihan bahan sampai kue itu dikukus. Hmm harus dicoba, nih! Pengen mencoba buat kue Choi? Nah, Nasi punya resepnya! jangan lupa ajak ibu untuk membuatnya, yah!

Bahan-bahan

Untuk adonan kulit
180 gr tepung tepung beras
25 gr tepung maizena/kanji
1/2 sdt garam
450 ml air
3 sdm minyak goreng

Untuk adonan isi
200 gr bengkuang,potong korek api, peras airnya (boleh juga tidak diperas kalau ada sedikit)
3 sdm minyak sayur
5 siung bawang putih, cincang
50 gr caipo manis ( boleh pakai udang, dipotong kecil2)
50 gr ebi, seduh, cincang
1 sdm gula pasir
garam dan merica secukupnya
Untuk saus bawang putih:
1 buah gede bawang putih, cincang halus
50 ml minyak goreng

Untuk saus cabe :
50 gr cabai merah, buang biji, rebus, haluskan
250 ml air
25 gr gula pasir
2 sdm cuka
1 sdt garam
2 siung bawang putih, haluskan

Cara membuat
1. Buat adonan isi : panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan semua bahan, masak hingga matang. Angkat.
2. Buat adonan kulit : campur semua bahan untuk kulit jadi satu, Aduk diatas api kecil hingga menjadi adonan yang bisa dibentuk.Pada saat membentuk adonannya masih lengket, boleh tambahkan kanji sedikit (jangan terlalu banyak kanji dapat membuat kulitnya jadi keras)
3. Ambil adonan kulit secukupnya, isi dengan adonan udang, lalu dibentuk seperti pastel. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis.
4. Kukus choi pan dengan api besar selama ± 15 menit atau hingga matang. Angkat, hidangkan panas-panas dengan saus.
5. Saus bawang putih, Goreng bawang putih dengan minyak sama kecoklatan
5. Buat saus cabe : campur semua bahan untuk saus hingga rata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: